Be your self, kata mereka...
Jadilah diri sendiri, kamu harus menjadi dirimu, kamu adalah kamu, aku adalah aku, dan mereka adalah mereka.
Apa yang dimaksud aku harus mejadi diri sendiri?
Apakah itu berarti ketika aku melakukan sesuatu, apapun itu, sesuai dengan apa yang aku inginkan, dan berarti aku menghiraukan apa yang orang lain katakan, apa yang orang lain kerjakan, "Karena ini cara ku dan itu caramu, ini cara kami dan itu cara mereka". Ku rasa tak sepenuhnya begitu. Caraku juga sering dipengaruhi oleh cara mereka. Maksudku adalah orang-orang yang aku kagumi. Lalu bagaimana jika aku mengagumi semua orang?
Bukankah aku sendiri memiliki idola, sesuatu yang kukagumi, sesuatu yang kucintai. Bukankah ketika mengagumi sesuatu atau suka pada sesuatu, muncul rasa ingin mendapatkan atau melakukan atau mengerjakan seperti apa yang kita cintai lakukan.
Misalnya aku mengagumi Kevin Sanjaya seorang atlet bulutangkis profesional karena caranya bermain yang agresif dan unik. Bukankah aku juga ingin meniru caranya bermain yang agresif dan unik.
Suatu ketika ada seorang remaja berjalan melewati toko pakaian, karena ia berjalan dengan pelan tak sengaja wajahnya tertoleh terpaku memandang ke arah baju-baju dan pakaian yang terpajang di etalase toko itu. Remaja itu melihat baju yang indah, dan dia menyukainya, namun sayang uangnya tidak cukup. Ketika remaja itu pulang dan tidak membelinya, dirumah pikirannya pasti masih tersangkut bayang-bayang baju itu. Akhirnya ia menabung dengan komitmen membeli baju itu 4 minggu lagi. Dan apa yang terjadi setelah 4 minggu?
Dengan adanya orang-orang yang aku kagumi, mereka memotivasi untuk berubah, melangkah menuju lebih baik dari diriku yang saat ini.
Bukankah manusia itu selalu berubah-ubah. Entah berubah menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk. Dan yang mengarahkan perubahan mereka adalah orang-orang disekitarnya, orang-orang yang memberi gambaran atau pandangan baik pandangan tentang masalalu atau masa depan yang berpengaruh pada pola pikir mereka.
"Biarkan aku bergerak dengan caraku. Aku tidak bisa mengejarmu ke setiap tempat. Bebaskan kakimu biarkan ia melangkah dalam lautan cinta"
Kuda yang berjalan dengan kakinya, tidak akan bisa menembus awan seperti burung yang berjalan dengan kedua sayapnya,
Namun, dengan keempat kakinya, ia berhasil menaklukkan pasir dan kerikil yang sering menjebak, Sang Kuda berlari memacu keempat kakinya, sedangkan sang burung terbang mengepakkan kedua sayapnya. Lalu apa salahnya jika kuda itu ingin seperti burung yang bisa terbang dengan cepat, atau burung itu yang ingin berlari kencang seperti kuda.
Pada umumnya kuda tidak akan bisa terbang dan burung tak bisa berlari. Tapi kuda bisa berlari sekuat tenaga mengejar burung yang terbang, begitu pula burung.
Yang ingin kusampaikan adalah pacu kakimu atau kepakan sayapmu sebagaimana kuda dan burung itu, namun jika engkau tak memiliki sayap atau kaki secepat kuda, maka gunakanlah apa yang kamu miliki saat ini.

0 Comments
Posting Komentar