(Yang diawali dengan secuplik kutipan)
"Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar"
(Q.S Al-Baqarah 153)
(Lalu tulisan berlanjut dihalaman lain, dihari yang sama)
Kekasih...
Yang mengasihi mereka yang sabar...
Wahai sang maha Pengasih...
Wahai sang Pemberi Petunjuk...
Wahai sang Pemilik jalan...
Tunjukkan padaku dimana majlis orang-orang yang sabar...
Ijinkanlah aku menemukannya...
Dan, ijinkanlah aku untuk duduk disamping mereka...
Bukankah mereka bersama engkau, dan engkau bersama mereka...
Kali ini aku ingin duduk disamping mereka..
(30 Desember 2022)
(Masih dihari yang sama...)
Salah satu kunci untuk bisa ikhlas adalah "tidak munafiq". Yaitu harus selaras antara apa yang dilakukan dengan apa yang ada didalam (kondisi jiwa).
"Jiwaku berkata aku haus, tapi mengapa mulutku tak kunjung berhenti makan"
Jiwaku benar-benar tahu mana yang baik.
Dia berkata padaku "oh ini baik"
Tapi aku masih melakukan hal bodoh (buruk).
Oh ampunilah hamba.
(Masih dihari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB di kosan ucen daerah Sapen)
Cerita dari Mahatma Gandhi saat ada seorang ibu meminta beliau utuk menasehati anaknya untuk tidak makan garam.
Yang dapat disimpulkan :
Dari mulut ke mulut,
Dari hati ke hati,
Dari jiwa ke jiwa.
"Sesuatu yang menempel, dan dibiarkan dalam waktu lama, lebih susah dilepaskan. Jika yang menempel adalah sesuatu hal yang kotor, maka segera bersihkanlah." - Kerak nasi
0 Comments
Posting Komentar