Lagunya Bung Fiersa yang judulnya "Pengecut"

Prolog

Dipertengahan tahun 2026 ini, sambil mengerjakan pekerjaan umumnya mahasiswa akhir, tak sengaja iseng buka akun yt, entahlah, kok diarahin ke playlistnya Fiersa Besari "Menghitung mundur". Short story dulu diawal masa-masa kuliah aku dengerin satu yang judulnya 'Pengecut' bareng lagu lain yang judulnya 'Bukan Lagu Valentine'. Ajib lah...lagu-lagunya Bung Fiersa selalu sederhana, ditambah penggambaran-penuangan rasa perjalanan beliau seperti terselip dalam tiap nada, lirik, dan irama.

Nah ga sengaja karna aku pasang sebuah ekstensi ai di g.chrome, eh sama aplikasinya dibikinin secuplik rangkuman tuh muncul tuh di side bar. Kubaca sekilas dan tertarik, eh eh eh ternyata, pas pengen ku bukaaa, tokennya habis (ya memang karna sistem ai nya harus pake token kalau mau pake) dan harus langganan berbayar kalau mau buka huhuhu (menangislah kaum gratisan ini). 

Tapitapitapi, ngga berujung disitu yaww, ternyata dan ternyata sekarang g.chrome udah ada fitur ai nya google dari Gemini. Diujung, pojok kanan atas g.chrome ada tulisan "Ask Gemini". Alhamdulillah hwhw. Dengan rangkuman dijaman yang serba instant ini, berdialog lah aku sama Gemini wkwk. Dannn, kubikin sedikit rangkuman. Aku tulis dibawah yaww:

Pembahasan

1. Profil Singkat Lagu

Tentang Lagu "Pengecut"
Penyanyi & Pencipta: Fiersa Besari
Rilis: Sekitar tahun 2022 (sebagai bagian dari persiapan perilisan albumnya pada November 2022)

Kata Gemini (yang sedikit banget ku parafrase):
Lagu ini menceritakan kisah klasik yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang, yaitu cinta bertepuk sebelah tangan atau ketidakberanian untuk mengungkapkan perasaan.
Sekaligus memberi pesan mengenai seseorang yang terjebak dalam zona nyaman sebagai teman, diam-diam menaruh hati namun terlalu takut untuk menyatakannya karena khawatir akan merusak hubungan yang ada.

Dalam liriknya:

"Aku hanya seorang pengecut sedang jatuh hati. Memberi perhatian, tapi bukan kepastian... Biarlah aku tetap menjadi pengagum rahasiamu."

Kisah beliau ini nggambarin bagaimana seseorang memilih menyakiti diri sendiri dengan memendam rasa dan berpura-pura biasa saja demi tetap bisa berada di dekat orang yang dicintainya. Waduhh, gimana tuh.

Fakta Menarik dari Kolom Komentar (Pinned Comment)

Bahwa Bung Fiersa sempat membagikan beberapa detail di balik pembuatan video lirik ini:

1. Lokasi Video
Latar tempat yang digunakan dalam video lirik ini adalah kampus lama Fiersa Besari saat ia menempuh kuliah di jurusan Sastra Inggris. (Sepertinya ada kisah di balik latar tersebut wkwkw, aku yang menebak dengan segala penjerumusan hwhw).

2. Waktu Tercipta
Lagu "Pengecut" ini sebenarnya sudah diciptakan sejak belasan tahun lalu di kampus tersebut sebelum akhirnya resmi dirilis. (Belasan tahun bukan waktu yang singkat brow, untung nya Bung Fiersa masi inget dan akhirnya dirilis. Btw ku kasi funfact (lupa darimana) bahwa: pengalaman yang dulunya biasa-biasa aja kalau udah masuk ke sesi 'nostalgia' bakalan jadi manis wkwkw), kiranya apa ya yang bikin Beliau mutusin buat mempublikasikannya ya, entahlah).

3. Rehat Sejenak
Melalui rilis lagu ini, Bung Fiersa juga sempat mengumumkan rehat sementara dari proyek pendakian gunungnya (Atap Negeri) demi fokus menyelesaikan albumnya kala itu.

OKKE LANJUT PEMBAHASANNYA YAWw..
YaA, kulanjutin ngobrolnya sama Si Gemini,..yang tidak lain tentang ulasan lagunya, juga maknanya. Yaaa..dari banyaknya bagian yang dibahas 'pemaknaan' adalah salah satu bagian yang ku geluti (bukan gelut berantem yaa hwhw..kalo berantem mungkin bukan pengecut lagi, alias pemberani wkwk jk, btw menariknya diujung playlist ini: 'Berjalan mundur' lagu terakhir judulnya "Pemberani" lho). OkeeE..oKEe..sTOPP..LanJutt..
Sebagaimana di paling awal banget udah nyritain tentang Profil Singkat Lagu ini, selanjutnya seperti yang udah ku spill yakni Ulasan dan Pemaknaan, begitulah yang bakal ada pada pembahasan dibawah ini:

2. Ulasan 

Sebagai bentuk 'Kesederhanaan yang Menusuk'. Secara musikalitas dan penyampaian, "Pengecut" adalah tipikal lagu Fiersa Besari yang sederhana namun sangat kuat secara narasi. Selain itu, aransemennya yang intim alias akrab, karib, rapat (kbbi: merujuk pada kedekatan hubungan antarindividu, baik secara emosional maupun fisik). Lagu ini tidak menggunakan orkestrasi yang megah atau distorsi yang bising yakni dengan dominasi petikan gitar akustik, rasanya lagu ini kayak sebuah curhatan langsung di teras rumah pada malam hari, ya begitulah. Kata Gemini, kesederhanaan seperti ini sengaja dipilih agar pendengar fokus pada satu hal: pesan liriknya. Ditambah lagi dengan penulisannya 'Gaya Bahasa Sastra Inggris' (kalau puisi mirip kayak gaya Bapak Sapardi Djoko D. ketika membacakan puisi, menurutku). Mengingat lagu ini ditulis saat Fiersa masih kuliah di jurusan Sastra Inggris, pilihan katanya terasa puitis namun tetap membumi (relatable). Ia tidak menggunakan metafora yang terlalu rumit, melainkan analogi sehari-hari yang langsung 'menyerang' (jangan bayangkan sedang perang dunia yaw) perasaan orang-orang yang pernah berada di posisi serupa. Yaaa begitulah.
Lanjutt...

2. Pemaknaan

Si Gemini ngasi makna mengenai 'Paradoks antara Cinta dan Ketakutan' sebagaimana judul lagu ini "Pengecut" yang sebenarnya adalah sebuah kritik diri yang jujur, sekaligus pelindung bagi sang tokoh utama. Untuk lapisan makna berikutnya dari lagu ini, yang bisa digali lebih mendalam kurang lebihnya sebagai berikut (aku kasi penomoran huruf yaww):
    
        a. Zona Nyaman yang Memenjarakan
Lagu ini memaknai fenomena friendzone bukan dari sudut pandang korban yang disakiti oleh orang lain, melainkan korban dari ketakutannya sendiri. Sang tokoh (alias Bung Fiersa mungkin) memilih menjadi "pengecut" karena kalkulasi risiko: mengaku cinta lalu kehilangan selamanya, atau diam dan menahan sakit tapi tetap bisa melihat senyumnya? Ia memilih opsi kedua. Mengutip kata Bung Fiersa dalam lagunya "Waktu yang Salah" bahwa: "Hidup memang sebuah pilihan". Ya begitulah. 

        b. Cinta yang Egois sekaligus Altrusitik (Tidak Pamrih)
Ada paradoks menarik di sini. 
----Sebentar sebagai pengantar, Paradoks adalah pernyataan atau situasi yang tampak bertentangan dengan logika atau akal sehat, namun kenyataannya mengandung unsur kebenaran. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani paradoxon, yang berarti berlawanan dengan ekspektasi atau keyakinan umum. sumber: wikipedia (hehe buat pengantar okelah tapi biar lebih sederhana ada contohnya). Sebagai contoh: Paradoks waktu: Waktu terasa berjalan sangat lambat saat menunggu, tetapi terasa sangat cepat saat kita menikmatinya (padahal kan sama aja sehari 24 jam haha), Paradoks pilihan: Semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin sulit seseorang untuk mengambil keputusan (kamu milih dikasi 1 milyar atau 1 rumah atau 3 buah mobil atau kebahagiaan bareng keluarga atau jabatan yang tinggi atau pasangan yang sesuai atau dst? mampus ngitung-itung wkwk), Lanjutt----
Di satu sisi, tindakan ini egois karena ia menyembunyikan kebenaran demi rasa aman emosionalnya sendiri. Di sisi lain, ini adalah bentuk cinta yang luar biasa tulus. Ia rela menjadi tempat bersandar saat si dia terluka oleh orang lain, bertindak sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tanpa menuntut status atau balasan. Yaa begitulah seperti satu koin yang mempunyai dua permukaan. 

        c. Kutukan "Si Paling Mengerti"
Si paling mengerti ga tuhh. Menjadi pengagum rahasia yang dekat sering kali membuat seseorang tahu segala rahasia pasangannya, termasuk kriteria orang yang disukai si doi, yang sialnya, biasanya bukan dirinya alias pengagum. Pemaknaan lagu ini menyentuh titik paling menyakitkan: ketika kamu tahu cara membahagiakannya, tetapi kamu juga tahu bahwa bukan kamu sumber kebahagiaan itu. Waduhh, angkat tangann. Yaa begitulah.


Epilog

Sebagai penutup alangkah baiknya dikasi kesimpulan yaw. Jadi, "Pengecut" bukan sekadar lagu tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Lagu ini adalah 'monumen' (metafora ya) bagi mereka yang kalah sebelum bertanding. Lagu ini menjadi wadah yang mengabadikan perasaan, kisah, dan keberadaan orang-orang yang menyerah atau patah arang (entah pernah sampai seberapa arang tersebut pernah membara hwhw). Dalam strategi perang kadang tidak salahnya untuk menarik mundur pasukan bilamana memang tidak memungkinkan, pastinya 'panglima perang' punya perhitungannya (Eitss terkecuali beberapa seperti Perang Badar (624 M) pertempuran besar pertama umat Islam, di mana Nabi Muhammad SAW memimpin 313 prajurit Muslim berhasil mengalahkan 1.000 pasukan kaum Quraisy Mekkah yang bersenjata lengkap. Qodarullah. Perhitungannya Sang Panglima Perang..Lanjutt).

Fiersa Besari berhasil memotret bahwa dalam cinta, keberanian sering kali menjadi barang mewah yang tidak semua orang miliki. Lagu ini merayakan perasaan orang-orang yang memilih mencintai dalam sunyi, karena bagi mereka, melihat orang yang dicintai bahagia jauh lebih penting daripada memilikinya. Duhh dalem broww, dalam segala rupa cinta dan bentuknya.
Sekian pembahasan mengenai lagunya Bung Fiersa yang satu ini. 

Wallahu a'lam bishshawab.

(Btw yang judulnya "Pemberani" juga ga kalah keren hehe)