Pendahuluan
Socrates, salah satu filsuf ternama dari Barat, pemikirannya mengenai metode dialog sangat berkesan bagi saya dan saya rasa penting untuk dijadikan sebagai acuan. Hal ini dikarenakan banyak dialog-dialog atau obrolan yang didalamnya terkadang kehilangan suatu hal penting yang harusnya ada dalam sebuah obrolan. Socrates berusaha menyisipkan hal penting dalam sebuah obrolan. Jika kita ingin meneladani gaya Sokrates berdialog, bagaimana jika terlebih dulu kita pahami bersama prinsip beliau?
Prinsip-Prinsip Socratic Dialogue
Berikut prinsip-prinsip Socrates yang berkaitan dengan metode dialognya:
Prinsip 1
I can not teach anybody anything, I can only make them think
Prinsip 2
Education is the kindling of a flame, not the filling of a vessel
Pendidikan itu menyalakan api bukan mengisi bejana. Sebelum memulai, dasar-dasar ilmu harus dikuasai terlebih dahulu sebelum selanjutnya menambah wawasan. Jika hendak memasak terlebih dulu kuasai ilmu memasak, jika hendak berkebun baca dan pelajari dulu ilmu untuk berkebun. Jika tidak maka batasan-batasan juga tidak bisa dilampaui. Seperti bejana yang diisi air, sebesar apapun wadahnya hasilnya hanya mengikuti atau mengimitasi wadahnya.
Prinsip 3
Strong minds discuss ideas, Average minds discuss events, Weak minds discuss people
Orang yang kuat pikirannya biasanya mendiskusakan ide dan gagasan-gagasan, orang yang pikirannya rata-rata biasanya membicarakan kejadian-kejadian/ peristiwa-peristiwa, dan pikiran yang lemah mendiskusikan orang-orang (gosip, ghibah). Ini bukan berarti mereka yang pikirannya kuat mengabaikan kejadian dan orang-orangnya.
Prinsip 4
Nature has given us two ears, two eyes and but one tongue to the end that we should hear and see more than we speak
Yang dimaksud berbicara disini yaitu mengeluarkan gagasan kepada yang lainnya, jadi disini socrates lebih menekankan untuk lebih banyak mem-perhatikan dengan tujuan menambah kapasitas diri kita.
Prinsip 5
The highest form of human excellence is to question oneself and others
Manusia berada dalam puncak kemanusiaannya ketika dia berani dan siap mempertanyakan dirinya atau mempertanyakan orang lain, yang artinya kita menjadi manusia yang terbuka, yaitu menjadi sadar bahwa kita itu bisa salah, kita itu banyak kurang, kita itu juga bisa keliru. Ketika ada teman atau orang lain yang sedang bertanya dan mempertanyakan berarti dia sebenernya sedang menjadi manusia yang sebenarnya manusia. "cobalah untuk mempertanyakan dirimu dan juga terbuka untuk saling bertanya dengan yang lain".
Prinsip 6
Understanding a question is half an answer
Apa yang ada dalam hidup ini isinya adalah tanya jawab. Untuk mendapat jawaban yang baik butuh pertanyaan yang baik. Cobalah selain mencoba untuk membuat jawaban yang baik, cobalah untuk membuat juga sebuah pertanyaan yang baik. Pahami dulu pertanyaannya dengan baik sebelum menemukan jawabannya dengan baik.
Prinsip 7
The beginning of wisdom is a definition of terms
Diskusi juga dialog tidak akan produktif jika definisinya tidak jelas. Ada sebuah contoh ada seseorang yang memberi sambutan tentang suatu tema. Dan dalam sambutannya ada penggunaan kata berdasarkan tema yang disampaikan dengan hebat. Tapi ternyata beliau sendiri tidak tahu arti dari definisi kata tersebut, sehingga berbeda makna dan terjadi salah pengartian.
Prinsip 8
It is better to change an opinion then to persist in a wrong one
Mengubah opini lebih berat dari pada bertahan dalam opini yang salah. Manusia dapat melakukan hal tersebut tentu karena egonya. Jika sudah jelas ada yang lebih baik kenapa tidak mengubah pandangan kita, kenapa kita mau berada dalam kerugian, kenapa kita mau berada dalam kesiasiaan?. Diri kita perlu untuk kita tumbuhkan. Dalam artian siap menerima pupuk dan air, kebenaran baru dapat diibaratkan seperti pupuk dan air yang dapat mengembangkan diri kita menjadi lebih baik.

0 Comments
Posting Komentar