Ketapel
Suatu ketika didepan rumah ada seorang anak kecil yang sedang bermain ketapel. Ketapel miliknya dibuat dengan bagus dengan pemilihan cabang pohon yang pintar, juga dipasangi sepasang karet sebagai pegas dan alas sebagai tempat pelurunya. Tentunya juga dipasang dengan rapi dan hati-hati jika dilihat dari ketapel yang sedang ia pegang. "Kereenn ketapelmuu.." kataku.
Selang kemudian, kepalanya menunduk seperti sedang mencermati sesuatu yang kecil. "NAhhh, ini diaa.." kata anak kecil itu sambil menjepit batu kerikil dengan kedua jarinya. Kejeliannya berhasil menemukan amunisi yang ia anggap sesuai. Kemudian dengan cermat dia mengisi amunisi batu kerikil dan menariknya hingga tali karet pegasnya tertarik memanjang. Anak itu menahan tarikan sambil membidik sasaran, dengan matanya yang dikedipkan sebelah seolah seperti meniru seorang penembak jitu...
Sambil ku perhatikan, cukup lama anak itu tidak melepaskan tarikannya. Sepertinya, dia masih merasa ragu akan keakuratan bidikannya, sehingga tangannya bergerak mengenggak-enggok berusaha menempatkannya pada garis lurus sasaran. Beberapa waktu berlalu tangannya gemetar tak kuat menahan tarikan karet yang berontak melawan tenanga yang ia miliki. Tak segera melepas tembakan tangannya pun semakin gemetar hingga bidikannya tak karuan lagi. Dikarenakan tangan kiri yang memberi tarikan sudah tidak kuat menahan perlawanan dari gaya pegas yang diberikan oleh tarikan karet, dia pun melepaskan tembakan...jeprett..alhasil peluru itu melenceng jauh keluar dari target.
"AKAN KUUBAH CARANYA BUKAN TUJUANNYA"
30-April-2023

0 Comments
Posting Komentar