Orang berkata Pengetahuan itu tak terbatas, ya benar menurutku pengetahuan sendiri sifatnya tak terhingga dan yang menjadi batas adalah orang yang mencarinya. 

Pengetahuan seperti air sungai yang mengalir dari mata air, di hilir kita mengambilnya dengan kantong air untuk kemudian meminumnya atau menggunakannya untuk keperluan lain. Para petani juga menghunakannya. Ketika air mulai surut karena kita gunakan untuk mengairi kebun dan ladang yang tandus, masih melimpah air di hulu, dan jika banyaknya air di hulu sudah habis juga, masih melimpah air pada sumbernya. 

Bukan perkara mudah, kita sendirian menghabiskan air dari seluruh sumber mata air, bahkan menemukan sumber mata air itu juga tidak mudah. Aku pikir sumber mata air adalah air yang keluar di permukaan tanah, ternyata air itu berasal dari dalam tanah dan siapa yang tahu air masih mengalir deras di perut bumi. 

"Ketika orang tidak mampu menampung banyaknya pengetahuan, pengetahuan itu berhenti memberikan ilmunya", mungkin lebih tepat "Pengetahuan itu tetap memberikan ilmunya, namun orang itu berhenti mendapatkan pengetahuan, mengapa? karena mereka belum sempat menyiapkan wadah yang lebih besar, wadah sebelumnya sudah terlalu kecil". Dan jika orang itu tidak segera menyiapkan wadahnya, air yang tersisa hanya akan melewatinya, tanpa ada tangan yang menampung atau wadah pas yang menadahinya.

Jika pengetahuan terus mengalir kedalam tangan orang yang menadah dengan kedua tangannya, tentu akan banyak yang tumpah dan mengalir berjatuhan dari kedua tangannya dan itu sia-sia. Dan sebanyak apa yang ada dikedua tangannyalah yang ia dapat.

Ketika orang lelah mencari atau merasa cukup dengan segenggam beras ditangannya, maka inilah batas baginya, ia telah mencapai batasnya, padahal segenggam beras itu berasal dari padi dan padi itu berasal dari sawah yang sangat luas.

Tapi apa boleh buat jika ia hanya menyiapkan kedua tangan untuk menampung beras itu. Padahal mestinya kita bisa mengantongi beras itu dengan karung-karung besar, semestinya kita bisa menyiapkan wadah yang lebih besar dari karung itu misalnya: truk dan mobil, tapi itu jika ia mau menyiapkannya.

"Beruntung orang yang membawa kantung untuk membawa beras."